wigunaharis

tuJuan huKum isLam

In Uncategorized on 4 Februari 2011 at 2:01 am

Oleh : Mahbub Tobri

Agama Islam diturunkan AllAh`Swt. mempunyai tujuan yaitu untuk mewujudkan kemaslahatan hidup manusia secara individual dan masyarakat. Begitu pula dengan hukum-hukumnya.

Menurut Abu Zahroh ada tiga tujuan hukum Islam.[2]

  1. Mendidik individu agar mampu menjadi sumber kebajikan bagi masyarakatnya dan tidak menjadi sumber malapetakata bagi orang lain;

Hal ini disebutkan dalam firman-Nya Qs. Al-Ankabut : 45

Sesungguhnya salat itu mencegah dari keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah lebih besar.  (al-ankabut : 45)

  1. Menegakkan keadilan di dalam masyarakat secara internal di antara sesama ummat Islam maupun eksternal antara ummat Islam dengan masyarakat luar. Ditegaskan dalam firman-Nya : al- Maidah : 8

Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.

Agama Islam tidak membedakan manusia dari segi keturunan, suku bangsa, agama. Warna kulit dan sebagainya. Kecuali ketaqwaan kepada-Nya.

Hal tersebut dinyatakan dalam firman-Nya  surat al-Hujarat : 13.

Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu.

3. Mewujudkan kemaslahatan hakiki bagi manusia dan masyarakat. Bukan kemaslahatan semu untuk sebagian orang atas dasar hawa nafsu yang berakibat penderitaan bagi orang ain, tapi kemaslahatan bagi semua orang, kemaslahatan yang betul-betul bisa dirasakan oleh semua pihak.

Yang dimaksud dengan kemaslahatan hakiki itu  meliputi lima hal yaitu Agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Yang lima ini merupakan pokok kehidupan manusia di  dunia dan manusia tidak akan bisa mencapai kesempurnaan hidupnya di dunia ini kecuali dengan kelima hal  itu

Menurut Abu Zahrah yang dimaksud dengan lima ini adalah :

  1. Memelihara Agama

Memelihara agama adalah memelihara kemerdekaan manusia di dalam menjalankan agamanya. Agamalah  yang  meninggikan martabat manusia dari hewan. Tidak ada paksaan di dalam menjalankan agama. Sudah jelas mana yang benar dan mana yang salah. Sebagaimana disebut dalam firman- Nya surat al-baqarah : 256 :

Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah.

  1. Memelihara jiwa adalah memelihara hak hidup secara terhormat memelihara jiwa dari segala macam ancaman, pembunuhan, penganiayaan dan sebagainya. Islam menjaga kemerdekaan berbuat, berpikir dan bertempat tinggal, Islam melindungi kebebasan berkreasi di lingkungan sosial yang terhormat dengan tidak melanggar hak orang lain.
  2. Memelihara akal adalah memelihara manusia agar tidak menjadi beban sosial, tidak menjadi sumber kejahatan dan penyakit di dalam masyarakat. Islam berkewajiban memelihara akal sehat manusia karena dengan akal sehat itu manusia mampu melakukan kebajikan dan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat laksana batu merah di dalam bangunan sosial. Dengan akal sehat manusia mampu menolak bencana dan mengatasi permasalahan hidup yang datang pada dirinya. Apabila manusia kehilangan akal sehatnya maka manusia itu akan menjadi beban bagi masyarakat./ karena itu islam mewajibkan  manusia untuk memelihara akal sehatnya.
  3. Memelihara keturunan, adalah memelihara jenis  anak keturunan manusia melalui ikatan perkwainan yang sah yang diikat dengan suatu aturan hukum agama. Melalui ikatan perkawinan yang sah bisa diwujudkan kehiduapan rumah tangga yang harmonis, di mana anak-anak yang dilahirkan dapat dididik diasuh, dibesarkan dengan dengan penuh rasa kasih sayang oleh ibu bapaknya sendiri. Manusia wajib memelihara  keturunan yang dilahirkannya dengan sebaik-baiknya agar anak dapat hidup dengan baik  dan tumbuh secara normal.
  4. memelihara harta benda adalah mengatur tatacara mendapatkan dan mengembang biakkan harta benda secara benar dan halal, Islam mengatur tatacara bermuamalah secara benar, halal, adil dan saling ridla merdlai. Islam melarang cara mendapatkan harta secara paksa, melalui tipuan dan sebagainya seperti mencuri, merampok, menipu, memeras dan sebagainya. Islam melarang manusia saling memakan harta orang lain secara batil;. Harta ditangan seseorang merupakan kekuatan bagi ummat. Karena itu Islam mengatur cara-cara yang halal mendapatkannya dan cara-cara yang benar menggunakannya. Tidak boleh harta digunakan untuk hal-hal yang dapat berakibat merusak tujuan tujuan hukum /syariat lainnya.

Muhammad Abu Zahro membagi kemaslahatan kepada 3 tingkatan : (1). Bersifat dlaruri  (2). Haaji; (3). Tahsini.

  1. Yang bersifat daruri adalah sesuatu yang tidak boleh tidak harus ada untuk terwujudnya suatu maslahat seperti kewajiban melaksanakan hukuman qisas bagi yang melakukan pembunuhan sengaja, diyat bagi pembunuhan yang tidak sengaja.
  2. Masalahat yang bersifat haaji adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk menolak timbulnya kemadlaratan dan kesusahan di dalam hidup manusia. Seperti diharamkan bermusuhan, iri dengki terhadap orang lain, tidak boleh egois.
  3. Maslahat yang bersifat tahsini adalah sesuatu yang diperlukan untuk mewujudkan kesempurnaan hidup manusia.

Menurut Abdul Wahab Khalaf bahwa tujuan Hukum Islam itu ada dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus :

1. yang dimasuk dengan tujuan umum ditetapkannya aturan hukum Islam adalah untuk mewujudkan kemaslahatan manusia didalam hidupnya, yang prinsifnya adalah menarik manfaat dan menolak kemadlaratan. Kemaslahatan manusia itu ada yang bersifat daruri, haaji dan tahsini[3]

1. yang dimaksud dengan kemaslahatan yang bersifat daruri adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk melindungi kehidupan manusia. Sesuatu yang tidak boleh tidak harus ada  untuk mewujudkan kemaslahatan manusia. Hal ini meliputi lima aspek : memelihara agama, jiwa akal, kehormatan dan harta benda. Yaitu :

    1. memelihara agama adalah semua aturan yang berkaitan dengan akidah, ibadah dan semua peraturan perundang-undangan yang ditetapkan/disyariatkan Allah untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan sesamanya ;
    2. Memelihara jiwa yaitu syariat Islam yang berkaitan dengan aturan hukum keluarga,beranak keturunan dan cara-cara pemeliharaan jiwa, sejak dari mengatur makanan, pakaian dan tempat tinggal sampai kepada kewajiban melaksanakan hukuman qisas, diyat dan kifarat. Serta aturan yang mengharamkan manusa mencelakakan dirinya dan mewajibkan manusia menolak kemadlaratan ;
    3. Memelihara akal seperti aturan yang mengharamkan khamar dan semua yang memabukan serta hukuman bagi para pelakunya ;
    4. Memelihara kehormatan seperti aturan hukum islam yang berkaitan dengan hukuman had zina, had qodzaf ;
    5. Memelihara harta benda seperti aturan hukum islam yang berkaitan dengan cara mendapatkan harta, mengembangkan harta, memelihara harta dan cara menggunakan harta sampai kepada segala macam aturan bermuamalah dan aturan hukum mengambil harta orang secata batil seperti had mencuri merampok menipu, khianat, riba dan sebagainya ;
  1. Kemaslahatan yang bersifat haaji adalah yang bersifat mempermudah kehiduapan manusia, menghilangkan kesulitan dan meringankan beban tugas dan kewajiban manusia didalam hidupnya. Misalnya  dibidang uqubat : tidak menjatuhkan hukuman had dalam hal yang meragukan.
  2. kemaslahatan yang bersifat tahsini adalah yang bersifat memperindah kehidupan manusia. Seperti masalah kebersihan, menutup aurat, menjaga diri dari najis, berpakaian yang baik ke mesjid, mengerjakan yang sunat-sunat, tidak boros dan tidak terlalu hemat.

 

Tujuan hukum Islam yang bersifat khusus adalah yang berkaitan dengan satu persatu aturan hukum Islam. Hal ini dapat diketahui dengan memahami asbabun nuzul dan hadits-hadits yang shahih.

Indikator Islam itu membawa Rahmat bagi semua manusia menurut Sayid Qutub yaitu :

  1. Sistem ajaran islam yang dibawa oleh nabi Muhammad saw. adalah sistem yang membawa kepada kebahagiaan dan kesempurnaan manusia seluruhnya ;
  2. Islam mengandung pokok-pokok   ajaran manusia yang tidak berubah-ubah, tetapi mampu mengantisipasi keperluan hidup manusia ;
  3. Islam meletakkan dasar yang tetap bagi hidup kemanusiaan yang selalu berubnah, dengan memberi kesempatan melakukan ijtihad dalam rangka penyesuaian dengan perkembangan baru ;
  4. Islam memberi kemerdekaan berfikir bagi manusia dalam koridor yang ditetapkan oleh Islam ;
  5. Islam memberi keseimbangan diantara kesuburan rohani dan jasmani. Bukan pembuat jasmani menderia karena ingin kesucian rohani. Bukan pula tuidak memperdulikan rohani untuk memuaskan kehendak jasmani.
  6. Islam tidak menghilangkan atau melebur nilai pribadi dan yang ada hanya negara saja. Sebaliknya Islam bukan pula memupuk kepentingan dan kebebasan pribadi sehingga negara hanya semata-mata pengawal kepentingan pribadi ;.
  7. Islam memikulkan beban kepada manusia hanya sebatas kesanggupannya.
  8. islam hanya memerintahkan yang membawa kemaslahatan bagi dirinya sendiri untuk dikerjakan ;
  9. Islam tidak membedakan martabat, suku, bangsa dan warna kulit ;
  10. Islam mempersamakan hak manuisa di muka pengadilan dari undang-undang .

 

Menurut Muhammad Abduh Malik bahwa hukum Islam itu mempunyai tujuan

  1. Mewujudkan kemaslahatan manusia. kemaslahatan mengandung arti kebahagiaan hidup secara individual, maupun  sosial, dunia dan ukhrawi ; bermanfaat berguna bagi manusia baik secara individual maupun sosial selama hidup di atas dunia maupun di akhirat nanti ; terpeliharanya fitrah manusia, yang beriman dan bertauhid serta memiliki sifat jujur, dari dominasi sifat-sifat negatif yang dapat menjerumuskan manusia kepada perilaku merusak dirinya dan masyarakat seperti kecenderungan manusia didominasi syahwat dan gadab, sehingga  manusia menjadi sumber kebajikan dan bukan sumber kerusakan dalam masyarakat ;

Di samping itu maslahat juga berarti memenuhi kehidupan manusia yang bersifat primer (daruri), sekunder (haaji) dan tertier (tahsini) ; tersalurnya  dinamika kebebasan berfikir dan bertindak serta kreatifitas manusia secara wajar dalam koridor yang ditetapkan oleh Islam ; meningkatnya kualitas hidup manusia baik ditetapkan oleh Islam ; meningkatnya kualitas hidup manusia baik dalam ruang lingkup individu maupun sosial; rohani dan jasmani, terciptanya kesejahteraan hidup manusia yang tertib, aman dan damai, baik secara individu maupun sosial dan masyarakat terhindar dari kecemasan kehawatiran dan rasa takut ;

  1. Mewujudkan keadilan yang merata bagi semua manusia. Keadilan mengandung arti setiap orang mendapatkan apa yang menjadi haknya dalam waktu secapatnya ; setuiap orang mendapatkan hasil dari usahanya sesuai dengan kemampuan usahanya yang sah ; setiap orang mempunyai hak dan kedudukan hukum yang sama dengan tidak membedakan manusia berdasarkan perbedaan latar belakang  budaya, etnis, warna kulit, kedudukan sosial dan sebagainya ; setiap orang membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah ; setiap orang tidak berlaku zalim terhadap dirinya, tehadap orang lain. Tidak boleh menganiaya dan tidak boleh dianiaya ;
  2. keadilan juga mengandung arti setiap orang tidak mendahulukan kepentingan dirinya atas kepentingan  orang banyak, terwujudnya keseimbangan antara hak dan kewajiban serta mendahulukan kewajiban dari hak ; terwujudnya kemakmuran yang merata bagi semua manusia.

 

Jika dirumuskan secara lebih konkrit tujuan syariat Islam itu adalah :

 

  1. Hifdul din yaitu terpeliharanya  agama yang intinya adalah akidah tauhid, aturan hukum dan akhlakul karimah, agama melindungi akidah tauhid kejujuran dan ketaatan menjalankan norma aturan agama dan akhlakul karimah seseorang, dan orang lain punya kewajiban menghormatinya dan tidak boleh menggangu apalagi menghilangkannya ;
  2. Hifdun nafsi.  Yaitu memelihara nyawa. Orang tidak boleh meghilangkan nyawa orang lain tanpa hak, orang yang menghilangkan nyawa orang lain tanpa hak, berhak dihukum dengan hukuman qisas oleh keluarga yang dhilangkan nyawanya, bahkan menghilangkan nyawa sendiri dilarang agama. Orang mempunyai kebebasan berpendapat, berkreasi bertempat tinggal, berusaha dan sebagainya sepanjang dihalalkan oleh agama ;
  3. Hifdul aqli yaitu memelihara akal. Peranan akal dalam diri manusia sangat penting, karena sadar memiliki akal sehatlah manusia  menerima amanah dari Allah. Akal sehatlah yang merupakan ciri kelebihan manusia dari hewan. Dengan akalnya manusia memiliki ilmu pengetahuan dan mengambangkan ilmunya sehingga mampu meningkatkan kualitas dirinya. Oleh karena itu manusia dilarang merusak akalnya dan merusak akal orang lain. Apabila akal sehat tidak ada lagi maka manusia akan menjadi beban bagi masyarakat dan bahkan bisa menjadi sumber kemadlaratan bagi masyarakat. sebaliknya apabila akal sehat manusia bisa dipelihara maka manusia akan menjadi sumber kebajikan bagi mayarakat serta potensinya akan tumbuh dan berkembang untuk memajukan kemaslahatan masyarakat. Akal sehat manusia akan berfungsi mengontrol dan  mengendalikan keinginan  hawa nafsunya termasuk keinginan nafsu amarahnya untuk melakukan perbuatan maksiat dan akan mempertimbangkannya baik buruknya atau halal haramnya serta manfaat dan madlaratnya perbuatan yang akan dilakukan untuk dirinya dan masyarakat luas.
  4. Hifdun nasl dan hifdul a’arod, yaitu memelihara keturunan  dan kehormatan. Memiliki keturuanan merupakan dambaan manusia karena keturunan merupakan generasi dan cita-cita hidup manysuia. Dengan memiliki keturunan manusia merasa tenang menghadapi hari tuanya dan terjaga harta kekayaannya.
  5. hifdul mal yaitu memelihara harta benda. Setiap orang secara naluriah menginginkan harta benda yang dimiliknya terpelihara dengan baik dan terjamin keamanannya.bahwa manusia membutuhkan harta benda untuk keperluan hidupnya sudah tidak dapat dipungkiri,. Bahkan manusia secara naluriah ingin memiliki harta benda yang banyak.  Tersebut dalam surat al-Imran : 14 )

Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini. Yaitu wanita-wanita anak-anak harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan di sisi Allah tempat kembali yang baik (surga).

Oleh karena kebuhuhan manusia tidak terbats sedangkan alat pemuas kebutuhan itu terbatas adanya, maka bisa terjadi pertentangan kepentingan di antara sesama manusia yang dapat menimbulkan perebutan, perampasan harta yang menjadi milik orang lain sehingga terjadi saling merampas, saling membinasakan , saling membunuh di antara sesama  manusia. Bahkan diantara manusia ada orang yang demi untuk mendapatkan kekayaan berani melakukan pembunuhan penyiksaan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

 


[1] Muhammad abduh Malik  [1],2003, Perilaku zina  Pandangan Hukum Islam dan KUHP,  bulan bintang, jakarta,

[2] Abu Zahroh, Ushul Fiqh, hlm. 364.

[3] Abdul Waha1. b khalaf, ilmu ushul fiqh hlm. `97

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: